Kamis, 25 April 2013

Question Tag ^^

Pengertian Question Tag

  • Question tag adalah pertanyaan pendek (berupa linking verb “be”/auxiliary +/- not + pronoun) yang ditambahkan di akhir kalimat untuk menanyakan informasi atau meminta persetujuan.
  • Seperti idiom, question tag merupakan bagian yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari seorang native speaker. Walaupun grammar, pronounciation, dan intonation-nya baik, seseorang dapat mudah dikenali bukan sebagai native speaker, jika tidak menggunakan question tag.

Contoh question tag:

  • You love math, don’t you? (Kamu suka matematika kan?)
  • You don’t love math, do you? (Kamu tidak suka matematika kan?)

Pembentukan Question Tag

Berdasarkan general rule (aturan umum) positive question tag dapat mengikuti negative sentence (kalimat negatif). Begitu pula sebaliknya,  negative question tag dapat mengikuti positive sentence (kalimat positif). Question tag terdiri dari main verb (jika tanpa auxiliary) atau auxiliary verb yang pertama (jika terdiri dari main verb dan satu atau lebih auxiliary) dan subjek (pronounyang diambil dari kalimat utama.
negative sentence, positive question tag negative sentence, positive question tag
Ahmad didn’t come late, did he?
(Ahmad tidak datang terlambat kan?)
Ahmad came late, didn’t he?
(Ahmad datang terlambat kan?)
The man isn’t stingy, is he?
(Pria tsb tidak pelit kan?)
The man is stingy, isn’t he?
(Pria tsb pelit kan?)
You haven’t finished your homework, have you?
(Kamu belum menyelesaikan PR-mu kan?)
You have finished your homework, haven’t you?
(Kamu telah menyelesaikan PR-mu kan?)
They won’t attend the seminar, will they?
(Mereka tidak akan menghadiri seminar kan?)
They will attend the seminar, won’t they?
(Mereka akan menghadiri seminar kan?)

Intonasi pada Question Tag

Kembali pada tujuan dari penggunaan question tag, yaitu: menanyakan informasi atau meminta persetujuan. Ketika menggunakannya untuk menanyakan informasi, posisi speaker adalah tidak tahu apakah informasi tersebut benar atau salah. Pada kondisi tersebut, question tag diberi penekanan dengan intonasi naik (rising intonation). Sebaliknya, ketika tag ini digunakan untuk meminta persetujuan, berarti speaker yakin bahwa informasi yang diketahui benar. Pada saat speaker hanya mengharapkan jawaban yang mendukung keyakinannya tersebut, question tag dilafalkan tanpa penekanan, dengan intonasi turun (falling intonation).

Contoh:

You didn’t drink alcohol, did you? (Kamu tidak minum alkohol kan?)
  • Jika speaker tidak tahu apakah lawan bicaranya minum alkohol dan dia ingin tahu jawabannya, question tag diberi penekanan dengan intonasi naik.
  • Jika speaker hanya ingin tahu bahwa lawan bicaranya tidak minum alkohol dan hanya mengharapkan penegasan, question tag tanpa penekanan dengan intonasi turun.

Lebih Banyak Contoh Question Tag

Beberapa dari contoh question tag berikut mungkin tidak terlalu mengikuti general rule sehingga mungkin agak membingungkan.
Contoh (1) Keterangan (1) Contoh (2)
I’m right, aren’t I? spoken English Everything is nice, isn’t it?
I’m right, am I not? formal English Let’s go now, shall we?
Everybody like him, don’t they? digunakan they sebagai gender neuter pronoun. Don’t speak, will you?
Nothing is impossible, is it? Nothing= no thing, sehingga kalimat menjadi negatif,
maka question tag-nya positif.
This/that is his bag, isn’t it?
Nobody came late, did they? Nobody= no body, sehingga kalimat menjadi negatif,
maka question tag-nya positif. Digunakan they sebagai gender neuter pronoun.
These/those are your tools, aren’t they?
You will never regret it, will you? Never= not ever, sehingga kalimat menjadi negatif,
maka question tag-nya positif.
There is an old house, isn’t there?
Semoga tulisan pengertian dan contoh question tag ini bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan. Feel free to comment! :).


sumber :  http://www.wordsmile.com/pengertian-dan-contoh-question-tag

Batik Jumputan ^^

Batik modern adalah batik yang diproses dengan teknik baru. Pembaruan pada batik modern tidak hanya pada urutan pengerjaan, tetapi juga pemakaian warna dan ragam hiasnya. Salah satu batik modern ialah batik jumputan.

Batik jumputan sepintas seperti batik yang proses pembuatannya menggunakan lilin malam sebagai bahan perintang atau bahan resist (penolak) warna. Sebenarnya teknik jumputan tidak menggunakan lilin malam sebagai bahan perintang.  Teknik ini menggunakan tali-tali sebagai penolak warna. Bagian-bagian kain dijumput dan diikat dengan kuat menggunakan karet gelang atau tali rafia. Setelah itu kain diwarnai dengan cara dikuaskan. Jadi teknik ini tidak menggunakan celupan. Hal ini dilakukan untuk menghindari zat warna terlalu banyak dan merembes ke bagian ikatan.

Setelah dikuas warna, tali-tali dibuka dan kain dijemur. Motif yang dihasilkan adalah pada bagian kain yang dijumput tidak terkena warna sehingga menyisakan warna kain. Batas antara warna dengan bagian kain yang dijumput berbentuk gelombang abstrak.

Kain jumputan lebih cocok dibuat dengan bahan kain yang tipis, seperti sutera, atau sutra buatan, Kain jumputan sering disebut pula dengan kain pelangi.

Teknik jumputan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Siapkan kain tipis dengan bahan dari katun
2. Buatlah ikatan-ikatan dibeberapa bagian kain dengan karet gelang atau tali rafia dengan ikatan yang kuat.
3. Setelah seluruh ikatan (jumputan) selesai kain diberi warna dengan kuas, untuk pekerjaan ini tidak dicelup agar hasilnya lebih baik. Agar terlihat bervariasi bagian ujung ikatan dapat diolesi dengan warna yang berbeda.
4. Setelah pewarnaan selesai kain ditiriskan sambil ikatan-ikatannya dilepaskan.
5. Kain dijemur di tempat yang panas.

sumber :  http://parasakti7970.blogspot.com/2012/03/batik-jumputan.html

Rabu, 24 April 2013

Berdiskusi

Berdiskusi adalah :
  1. Pertemuan ilmiah untuk bertukar  pikiran mengenai suatu masalah.
  2. Cara bertukar pendapat antara 2 orang atau lebih untuk memperoleh
kesepakatan/keputusan bersama.




Langkah-langkah berdiskusi :
  1. Membicarakan latar belakang & maasalah diskusi.
  2. Membicarakan sebab-sebab timbulnya masalah & tujuan.
  3. Membicarakan kemungkinan pemecahannya.
  4. Menyimpulkan hasil diskusi.
  5. Melaksanakan keputusan diskusi.

Sumber : Ibunda Nanik Wuryaningsih, S.Pd